Dec 2, 2017

Ipoh, Masa Lalu yang Kekinian




Dalam menentukan destinasi liburan, hobi menggambar saya cukup berperan dalam beberapa tahun belakangan ini. Kota lama atau kota yang memiliki gedung-gedung tua kerap menarik minat saya karena kegemaran saya menggambar objek-objek seperti itu. Ipoh, sebuah kota di Malaysia, adalah salah satunya. Setelah hampir dua tahun tersalip berbagai destinasi lain, akhirnya kesampaian juga keinginan saya, bersama Diyan, untuk jalan-jalan di Ipoh pertengahan bulan lalu.

Dari hasil browsing dan rekomendasi beberapa teman, banyak yang menarik untuk dieksplor di Ipoh. Namun seperti biasa, ada saja alasan yang membuat waktu kami tak cukup untuk mendatangi semua hal menarik dalam suatu trip. Kali ini alasannya hujan tiap sore dan waktu yang terbagi dengan Kuala Lumpur.




Jadi, berikut ini tempat-tempat yang berhasil kami datangi selama 2 hari 1 malam di kota yang pernah jaya berkat pertambangan timah ini.

Nov 15, 2017

7 Hal yang Berkesan dan Non- Turistik di Heraklion




Istana Knossos yang kisahnya penuh drama dan Heraklion Archeological Museum (HAM) yang koleksinya tak habis-habis disimak, adalah dua tujuan utama saya dan Diyan selama di Heraklion. Selain itu, kami lebih banyak melakukan hal-hal di luar rencana selama empat hari di ibukota wilayah Kreta ini. Entah kenapa, dan ini di luar kebiasaan, banyak tempat bersejarah yang tidak kami kunjungi di sana, seperti benteng Koules peninggalan dari abad ke-16 dan Pulau Dia tempat bukti-bukti sejarah bangsa Minoa.

Jadi, kalau banyak tempat yang tidak dikunjungi, apa saja yang kami lakukan di Heraklion, selain ke Istana Knossos dan HAM?

Nov 9, 2017

Labirin Minotaur di Istana Knossos dan Drama Mitologinya





Raja Minos dalam mitologi Yunani adalah penguasa Pulau Kreta di zaman perunggu, dari 2600 sampai 1100 SM. Putra dari Zeus dan Europa ini menikahi Pasiphae, putri dari dewa matahari, Helios. Melihat latar belakang keluarganya, sepertinya mereka ini power couple, tapi itu tak membuat mereka terhindarkan dari krisis kekuasaan. Maka ia meminta bantuan Poseidon, sang dewa penguasa laut, sungai, dan danau. Oleh Poseidon, dikirimlah seekor banteng putih yang kemilau, menyeruak dengan anggun dari gulungan ombak laut.

Kekuasaan Raja Minos terselamatkan dengan munculnya sang banteng sebagai simbol kekuasaan yang hakiki. Menurut kesepakatan, seharusnya Raja Minos mempersembahkan kembali banteng cemerlang itu kepada Poseidon. Namun karena saking terpesonanya dengan banteng itu, ia hanya mempersembahkan banteng biasa. Murkalah Poseidon. “Dasar tak tahu di untung!” Jegeeerrr!!!

Poseidon pun mengganjar kutukan kepada pasangan tak tahu berterima kasih itu. Ia menjadikan Pasiphae kasmaran pada sang banteng.

Sep 4, 2017

Tak Ada Pesta di Mykonos





Pulau Mykonos, yang ketenarannya hampir menyamai Santorini, dikenal sebagai pulau pesta. Banyak orang datang ke sana untuk berlibur sambil clubbing sepuasnya. Walaupun ide kami berpesta adalah kemulan dalam selimut sambil makan makanan delivery dan menonton film di rumah, kali ini saya dan Diyan berniat untuk clubbing di Mykonos. Sekadar penasaran dengan hype-nya. Rencana kami pergi ke klab Paradise, yang sepertinya paling terkenal di seluruh pulau. Tapi, kami sisakan rencana itu untuk hari terakhir di sana.

Hari pertama kami sampai di Mykonos sudah cukup siang. Sesudah check in di Myconian Inn, sisa hari kami habiskan dengan menyusuri gang-gang sempit yang berliku, melewati pertokoan rapat, berakhir di deretan kafe tepi pantai. Di ujung teluk, beberapa feri merapat, sebagian mengangkut penumpang menuju Pulau Delos. Cuaca hari itu cukup hangat, kabar baik bagi radang tenggorokan saya. Dan akhirnya saya bisa jalan-jalan tanpa jaket.

Aug 24, 2017

Cerita di Balik Rawa Pening dan Jamu Sido Muncul

Beberapa bulan yang lalu, teman-teman saya piknik bareng ke Rawa Pening. Saya melihat foto-foto mereka di situ, tak menyangka ada danau indah di Kabupaten Semarang. Tapi, setelah saya baca-baca cerita mereka di kemudian hari, ternyata Rawa Pening ini bermasalah.

Rawa Pening dari kacamata teman saya, Rere


Hari Senin kemarin, saya diajak teman menghadiri acara Festival Prestasi Indonesia 2017 di Plenary Hall, JCC, Jakarta. Ajakannya cukup mendadak, tapi untungnya saya bisa sampai ke sana beberapa menit sebelum acara dimulai. Ruangan besar ini diisi deretan booth berbagai merek, berbaris-baris kursi di bagian tengah, panggung di paling ujung, dan lautan banyak manusia. Ada apa ini sebenarnya?

Aug 21, 2017

Sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo yang Seru Banget!



Sudah berkali-kali ke DI Yogyakarta sejak kecil, saya belum juga bosan dengan provinsi ini. selalu ada saja hal baru bagi saya, yang menarik untuk dicoba, dilihat, atau dicicipi. Di bulan Juli lalu, saya dan Diyan ke Yogyakarta dengan tujuan utama menghadiri resepsi pernikahan teman.

Tapi tentunya lebih banyak jalan-jalannya, dong!

Di sini saya akan cerita tentang salah satu saja aktivitas kami di Yogyakarta waktu itu.

***

Dimulai dengan niat berangkat jam 5 pagi, kami molor jadi berangkat jam 5.10. Lumayanlah, ya, cuma telat 10 menit. Untuk standar Indonesia, itu nggak telat!

Jadi, ngapain berangkat pagi-pagi amat?

MAU MAIN SANDBOARDING DI GUMUK PASIR PARANGKUSUMO!

Horeee!

Kegiatan ini sudah beken mungkin sejak 1-2 tahun yang lalu. Beberapa teman saya juga sudah mencobanya. Akhirnya saya pun punya kesempatan mencoba!

Jul 21, 2017

The Sun Has Set for Chester Bennington




13 November, 2007.

Siang hari, pesawat yang saya dan teman-teman kantor tumpangi melandas di Changi International Airport, Singapura. Bergegas kami melalu meja imigrasi, lalu menyewa taksi ke Hotel Peninsula Excelsior. Check-in, lalu kami menyimpan tas di kamar hotel. Hanya berselang sekitar 2 jam kemudian saya dan 3 teman, Indri, Lena, dan Martin, menuju Singapore Indoor Stadium dengan bukti pembelian tiket konser Linkin Park.

Saya gembira sekali waktu itu. Memang, saya agak telat menggemari Linkin Park. Ketika di tahun 2004 teman-teman saya seru nonton konser mereka di Jakarta, saya belum menyukai band asal California ini. Saya nggak ingat bagaimana kemudian saya jadi menyukai dan memasukkan lagu-lagu mereka ke playlist saya. Yang saya ingat, vokal Chester adalah salah satu magnet Linkin Park bagi saya. Maka ketika ada trip konferensi di Singapura yang kebetulan dekat tanggalnya dengan konser Linkin Park di Singapura, saya tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Harga tiket kelas festival waktu itu S$150, dengan kurs yang masih jauh lebih murah dari sekarang, tapi tetap cukup mahal bagi saya.