Aug 7, 2016

Oia, Kota Cantik di Santorini

I love Oia so much, I turned it into a sketch and then a scarf design


Ketika kamu punya ciri khas yang kuat, niscaya orang di sekeliling akan mengingatmu, bahkan menyesuaikan dan melebur denganmu.

Eh, tumben amat, saya menulis begitu. Saya bukan sedang bikin caption Instagram untuk memenangkan banyak love, juga bukan sedang membicarakan siapa-siapa. Yang saya maksud di atas adalah sebuah tempat.

Di sore hari akhir pekan yang lowong ini, akhirnya saya punya waktu untuk menuliskan hal-hal berkesan tentang Oia (baca: Iya). Kota di ujung barat laut Pulau Santorini ini telah memukau - saya yakin lebih dari - jutaan manusia di dunia, baik yang sudah pernah ke sana maupun yang baru melihat foto-fotonya, dengan keindahan alam dan arsitekturnya. Mungkin banyak orang, termasuk saya dulu, yang tak menyadari bahwa foto-foto Santorini yang paling khas biasanya mengambil tempat di Oia, atau difoto dari Oia.

Pulau Santorini secara keseluruhan memang indah, tapi Oia adalah daya tarik utamanya. Sering lihat pemandangan matahari terbenam di hadapan kubah gereja? Itu di Oia. Pernah membaca tentang toko buku Atlantis yang legendaris? Itu di Oia. Pernah melihat gang-gang sempit dengan tangga dan bangunan-bangunan putih dengan aksen biru tempat banyak pejalan kaki berlalu-lalang? Oia pun punya lokasi seperti itu.

Pemandangan di jantung kota Oia.


Saya dan Diyan menghabiskan tiga malam di Oia, di penghujung musim semi tahun lalu. Kota ini merupakan destinasi kedua kami selama di Yunani, setelah Athena. Tujuan utama kami di sana bisa dibilang tidak ada yang spesifik. Kami cuma ingin melihat-lihat dan merasakan suasana kota kecil ini, yang kadang juga disebut desa. Entahlah, kota atau desa, yang jelas Oia terasa klasik sekaligus meriah bagi kami.

Jul 13, 2016

Liburan di Bandung Untuk Bersantai Belaka

Pemandangan dari Puncak Bintang, Bukit Moko.


Bandung di masa libur selalu mengerikan. Penuh turis dan jalanan macet. Saya dan Diyan selalu menghindari Bandung di masa liburan, hingga akhirnya minggu lalu, ketika justru kami memutuskan untuk berlibur Lebaran di Bandung. Ceritanya, kami ingin liburan di luar Jakarta sebelum saya melepas status freelancer dan mulai kembali menjadi pegawai Senin-Jumat. Kami memilih Bandung karena ongkos ke sana relatif murah dan ada banyak pilihan Airbnb yang menarik. Pilihan Airbnb ini penting, karena kami punya banyak travel credit yang bisa digunakan.

Kami memilih Bright & Open Space sebagai 'rumah' kami selama tiga malam. Kami suka desain rumahnya yang unik dan keren, suasananya terlihat nyaman, dan keluarga pemilik rumah juga tinggal di situ. Lucunya, setelah memesan kamar, kami baru tahu bahwa pemilik rumah ini ternyata si Adi, teman kampus saya! Jadi rasanya semakin menyenangkan, seperti berlibur di rumah teman.

Menangkap pernak-pernik dan cahaya di ruang tengah. Posted on IG.


Perjalanan Jakarta - Bandung di hari Lebaran kedua tidak seburuk yang kami bayangkan. Dalam empat jam kami tiba di pool X-Trans Cihampelas, lanjut naik taksi ke Airbnb di daerah Cimenyan, sedikit di luar batas kotamadya.

Rumah Adi merupakan salah satu hasil karya desain Dendy dari UNKL dengan tambahan ide-ide dari Adi dan Debbie, istrinya, yang sama-sama kreatif. Rumah berlangit-langit tinggi ini tampak makin menjulang karena berdiri di atas tanah yang juga sudah tinggi di hadapan jalan turunan. Bagian yang paling menarik perhatian adalah jembatan (atau lebih tepat disebut dermaga, ya?) besi di depan rumah, yang kerap digunakan Adi buat hobi astrofotografi-nya. Di jembatan ini saya dan Diyan mengamati matahari terbit di keesokan harinya, sambil duduk-duduk menikmati pagi hari di Bandung yang – sayangnya - sedang tidak begitu dingin.

Jun 23, 2016

Bangkok dalam Sketsa



Waktu ke Bangkok dalam rangka menjadi peserta TBEX Asia, saya menyisihkan waktu untuk menggambar objek-objek menarik di kota ini. Dua hari sebelum acaranya dimulai, saya dan Mumun sengaja sudah tiba di sana, untuk berkunjung ke beberapa tempat. Saya sempatkan untuk membuat beberapa gambar, termasuk di tempat yang memang tidak boleh memotret.

Asyiknya mensketsa, bisa sekalian jadi buku catatan.
Jajan gorengan di dermaga 8 Chao Praya, yang paling dekat ke Grand Palace.


Sebelum berangkat ke sesi TBEX, menggambar pemandangan dari jendela hotel.
Waktu itu menginap di Take A Nap, Silom.


Setelah TBEX selesai, saya berjanjian dengan para sketchers lokal untuk menggambar bersama seharian. Adalah Vanont, sketcher yang sudah saya kenal waktu mengikuti Urban Sketchers sketchwalk di Singapura, yang menjadi contact person saya waktu itu. Dengan baiknya dia mengajak saya bergabung ke grup Bangkok Sketchers di Facebook untuk berkenalan dengan teman-temannya yang kemudian menggambar bersama saya di hari terakhir saya di Bangkok.

Bukan hanya menggambar bersama, para sketcher ini juga bercerita cukup banyak tentang Bangkok.

Jun 11, 2016

Greece Itinerary for a Whole Month



It’s been a year since my Greece trip ended - on June 3rd 2015 to be exact. I felt both happy and sad – happy because it was such a wonderful dream trip, and sad because it ended – and at the same I couldn’t wait to go straight to a Padang restaurant because I missed Indonesian food so much, especially the sambal. During the trip, I had planned to write about my experiences in Greece on this blog, and thought maybe I’d need a whole year to accomplish it. The fact is, I haven’t even finished half of it until now!

From all of the stories and information on Greece that I’ve posted, the post about visa application (for Indonesians) and trip budget are the ones that get the most visits and comments. People have also asked about my Greece itinerary. So now I’m going to list down the itinerary with the highlights of my activities.