Feb 27, 2017

Golden Palace Bagan, Istana Baru di Situs Bersejarah

Peluh membuat lengket rasanya di seluruh badan siang hari itu di Old Bagan. Gerah yang kami rasakan campuran dari kepanasan karena terik matahari dan kekenyangan setelah makan siang. Rasanya ingin menyejukkan diri di ruangan ber-AC, tapi kami masih ingin melihat lebih banyak lagi peninggalan sejarah di bagian tertua dari kota Bagan, Myanmar, ini. Pilihan tempat sejuk adalah museum, tapi kamu baru saja dari sana sebelum makan siang. Maka kami putuskan ke istana yang punya taman rindang, Thiri Zaya Bhumi Bagan Golden Palace.

(Baca juga: Restaurants in Bagan)



Golden Palace ini lokasinya hanya beberapa ratus meter dari gerbang masuk Old Bagan. Dikelilingi tembok tinggi bata merah, istana ini tak mungkin luput dari perhatian siapapun yang lewat situ. Memasuki area istana, saya disambut petugas yang menagih bayaran tiket sekitar $5 per orang. Dari situ, bangunan bernuansa emas dengan atap bertingkat-tingkat sudah terlihat. Pepohonan dan langit biru cerah menjanjikan kesejukan di taman istana.

“Ada kursi malas!” saya dan Diyan bergegas mendekati kursi bambu di taman. Ooooh, enaknyaaa duduk selonjoran dinaungi pohon rindang dan angin sepoi-sepoi. Ingin agak lebih lama duduk di situ, tapi kami keburu penasaran dengan bangunan istana dan melihatnya lebih dekat.

Golden Palace ini sarat dengan ukiran di dinding, atap, dan tiang bangunan, hingga ke pembatas tangga. Bentuknya terlihat rumit dan sangat dekoratif. Yang kami lihat, ada bagian yang menyerupai singgasana, dan taman yang terawat rapi. Beberapa bangunan terpisah, hanya disambung oleh pelataran berlantai semen.










Sudah tidak ada raja yang tinggal di istana, dan istana ini juga bukan bangunan asli. Bekas kerajaan Pagan (yang menjadi cikal bakal negara Myanmar kini) runtuh di abad ke-13. Golden Palace dibangun atas prakarsa pemerintah yang sengaja menjadikannya objek wisata sejak tahun 2008. Arsitekturnya dipercaya sudah tidak menyerupai istana yang asli, yang saya pun nggak tahu sebesar apa perbedaannya. 

Mencari informasi detail tentang Thiri Zaya Bhumi Bagan Golden Palace ini agak susah, bahkan di Google. Setidaknya, jika dibandingkan dengan informasi situs-situs Bagan lainnya. Namun menemukan fotonya gampang sekali, karena memang banyak sudut dari istana ini yang menarik. Bagi kami, di tengah jelajah situs-situs bersejarah kota Bagan, kunjungan ke Golden Palace menjadi semacam rehat dari informasi sejarah seru yang bertubi-tubi.

Di malam hari, diadakan pertunjukan sendratari Dandaree di pelataran istana. Pertunjukan ini menceritakan sejarah kerajaan Pagan. Namun karena kami masih ingin lanjut ke tempat-tempat lainnya, kami cuma sempat melihat persiapan panggung dan meja-meja panjang untuk jamuan makan malam para tamu. Mungkin kalau lain kali ke Bagan lagi, boleh juga nonton pertunjukan ini. 







*28 Days Blogging Challenge ke-26 ini bertema "istana". Kalau kamu, ada cerita apa tentang istana dalam jalan-jalanmu? 


3 comments:

  1. Fotonya waktu malam cantik sekalii... Lafff

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. indah sekali suasana malamnya..

    ReplyDelete